Selasa, 04 November 2008

Frontosa, Fish from Lake Tanganyika.

Ikan hias jenis Frontosa agak jarang dijumpai, di pedagang ikan hias biasanya hanya ada satu atau dua ekor saja dalam satu akuariumnya. 8 November 2008 kemarin sempat mampir ke Jl. Makaliwe, cuma ada satu penjual yang menjual frontosa, Jenisnya kigoma dengan ukuran sekitar 5-8 cm, dengan harga per ekornya tujuh puluh lima ribu rupiah. Mungkin karena bila dilihat sepintas ikan ini kurang menarik untuk ukuran yang sebesar 3 cm inchi hingga 10 cm, maka cuma dilihat sepintas/sambil lalu saja. Perawatannya juga tidak mudah, karena ikan ini biasa hidup di PH yang basa dan banyak mengandung mineral seperti kehidupannya di danau tanzania yang berbatu-batu. Ikan ini hanya disenangi oleh para hobbiest saja. Corak warna yang garis-garis memang mirip ikan nineteenine ini adalah ikan yang agak mudah dicampur sesamanya dengan ukuran badan yang sama. Frontosa akan menjadi menarik untuk dilihat bila sudah mencapai dewasa atau sekitar lebih dari 15 cm. Jenong besar di kepala untuk yang pejantan akan membuat wajahnya mirip kera/monyet. Garis warna biru hitamnya (zaire ) tampak indah dipandang mata.
Waktu masih ukuran kecil, sekitar 2 cm hingga 5 cm, mirip dengan Cichlid Tilapia butikoferi. Kadang penjual yang tidak jujur, sering menjual ikan jenis ini sebagai anakan frontosa.
Frontosa mempunyai banyak varian/jenisnya. di foto di link ini (http://www.goldenfishaquarium.com/Kigoma-Frontosa.gif) adalah jenis kigoma. Jenis ini yang paling banyak beredar dipasaran Indonesia. Untuk jenis yang berwarna biru indah antara lain F.Moba, F.Kipili Blue, F.Zaire dan F.Blue Kapampa. Yang biru gelap varian dari Frontosa Kongo. Varian yang terbaru adalah biru polos, tapi birunya tidak sebiru jenis diatasnya. bahkan waktu surfing di net, ada yang hitammnya mencapai 85% di kiri kanan tubuhnya. Mungkin ini adalah hasil mutasi gen.

Saya memelihara ikan Frontosa baru di awal tahun 2008 ini, memang belum banyak pengalaman. Itupun kebetulan waktu mau membeli bloodworm untuk discus di toko ikan tersebut memajang anakan frontosa yang berukuran 2cm-5cm. Ada sekitar 75 ekor dalam satu akuarium besar, campuran antara kigoma, kipili dan Kw-2 zaire. Harga frontosa besar kecil 15ribuan. Memeliharanya pun setelah hunting buku dan artikel frontosa.
Jenis yang saya pilih adalah mungkin Burundi yang bisa besar jenongnya dan kigoma. Sesampainya dirumah, ternyata ada satu ekor Kigoma yang mempunyai 7 strips. Wah bruntung banget bisa mendapatkan yang 7 strips. Tapi bodynya kecil, mungkin karena kurang cekatan merebut makanan, beda dengan yang lainnya. Sekarang yang paling besar sudah mencapai 12cm. Harusnya bisa lebih,tapi karena kesibukan kerja yang gak bisa ditentukan, kadang terlewati waktu pemberian makan. Tapi dari literatur dan form diskusipun, ikan ini ternyata lambat dalam hal perbesaran tubuh. Pantes, kok lama banget besarnya di akuarium. Warna biru disirip-sirip bawah dan ekor serta wajah sudah tampak. Sayang akuariumnya terlalu kecil (90x50x40cm), jadi mungkin juga ikannya lambat besarnya.

2 komentar:

Unknown mengatakan...

Cyphotilapia frontosa memang ikan yang sangat unik. Saya termasuk fanatik terhadap jenis african cihlid ini, dan telah memelihara selama 10 tahun.

Herman mengatakan...

thanks komen nya, maaf terlambat.